, , ,

Suasana Haru Selimuti Rumah Duka Korban Laka Maut Bus di Tol Pemalang

oleh -425 Dilihat

Sibolga – Suasana Haru mendalam menyelimuti rumah-rumah warga di beberapa daerah Jawa Tengah setelah kabar kecelakaan maut di Tol Pemalang–Batang yang menewaskan sejumlah penumpang bus pariwisata, Sabtu (25/10/2025). Isak tangis keluarga pecah begitu mobil ambulans pembawa jenazah tiba di kampung halaman masing-masing korban.

 Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah

Di salah satu rumah duka di Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, suasana berubah hening ketika ambulans berhenti di depan rumah korban, Siti Maryam (42). Warga setempat berkerumun, menyambut kedatangan peti jenazah dengan doa dan linangan air mata.

“Tadi malam masih video call dengan keluarga. Katanya mau pulang Minggu. Siapa sangka pulangnya sudah tidak bernyawa,” tutur Sumarni (50), kakak korban, dengan suara bergetar.

Suasana Haru Selimuti
Suasana Haru Selimuti

Baca Juga : Bencana Timbul Kala Hujan Tak Henti di Sukabumi

Prosesi penyambutan dilakukan dengan sederhana namun penuh haru. Keluarga, kerabat, dan tetangga bergantian menyalami dan menguatkan satu sama lain. Doa tahlil pun digelar segera setelah jenazah tiba.


Kronologi Singkat Kecelakaan

Bus pariwisata bernomor polisi B 7256 XA yang membawa rombongan wisatawan asal Brebes menuju Yogyakarta itu mengalami kecelakaan tunggal di KM 320 Tol Pemalang–Batang sekitar pukul 02.30 WIB.

Dari hasil olah TKP sementara, bus diduga mengalami pecah ban depan kanan, sehingga sopir kehilangan kendali dan bus terguling ke sisi kiri jalan. Akibat kejadian itu, 7 orang meninggal dunia dan 18 lainnya luka-luka.

Kecelakaan terjadi di jalur yang relatif sepi. Sopir mencoba menghindari truk di depannya, namun kendaraan oleng dan terguling,” jelas Kasat Lantas Polres Pemalang, AKP Riko Andriansyah.


Duka Mendalam dan Doa Bersama

Di rumah duka lainnya di Brebes dan Tegal, suasana tak kalah pilu. Banyak warga datang memberikan dukungan moral dan bantuan kepada keluarga korban. Sejumlah pejabat daerah juga hadir menyampaikan belasungkawa secara langsung.

“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi ketabahan dan korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ujar Bupati Brebes, Idza Priyanti.

Sejumlah siswa dari sekolah tempat anak korban belajar juga datang mengenakan seragam lengkap, menaburkan bunga dan membacakan doa. Tangis semakin pecah saat jenazah dimasukkan ke liang lahat di pemakaman keluarga.


Korban Luka Masih Dirawat Intensif

Sementara itu, korban luka-luka kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. M. Ashari Pemalang dan RS Siaga Medika Tegal. Sebagian mengalami patah tulang dan luka serius di bagian kepala.

Tim medis bekerja maksimal, sementara petugas kepolisian masih melakukan identifikasi lanjutan terhadap korban yang belum terverifikasi. Polisi juga memeriksa sopir dan pengelola bus untuk memastikan aspek kelayakan kendaraan dan jam kerja pengemudi.

“Kami mendalami apakah ada unsur kelalaian, kelelahan sopir, atau kondisi teknis kendaraan yang tidak layak jalan,” kata AKP Riko.


Pemerintah Siapkan Bantuan

Pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan telah menurunkan tim untuk membantu proses evakuasi, identifikasi, hingga pemulangan jenazah. Selain itu, bantuan santunan dari Jasa Raharja juga segera diberikan kepada keluarga korban meninggal dan luka-luka.

“Kami pastikan seluruh korban mendapatkan haknya. Kami juga akan memperketat pengawasan armada pariwisata menjelang musim liburan,” tegas Kepala Jasa Raharja Jateng, Dwi Cahyono.


Duka yang Jadi Pengingat

Bagi masyarakat, tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya keselamatan dalam perjalanan wisata. Banyak warga berharap kejadian serupa tak terulang lagi dan pihak pengelola transportasi lebih memperhatikan kondisi kendaraan sebelum beroperasi.

“Kami ingin kejadian ini jadi pelajaran untuk semua. Jangan anggap remeh pengecekan kendaraan dan jam istirahat sopir,” ucap Hendra (47), warga setempat.


Penutup: Luka yang Tak Mudah Hilang

Malam semakin larut di rumah duka, namun tangis belum juga reda. Di antara isak keluarga, doa terus terucap agar arwah para korban diterima dengan tenang.
Kecelakaan di Tol Pemalang kali ini tak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tapi juga menjadi duka bersama yang mengguncang nurani banyak orang.

Kini, yang tersisa adalah doa dan harapan: semoga setiap perjalanan di masa depan selalu diawali dengan kesiapan, kehati-hatian, dan rasa tanggung jawab demi keselamatan bersama.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.