Sibolga – Sosok Miliarder Termuda Dunia kembali dibuat kagum dengan kemunculan sosok miliarder termuda yang baru berusia 19 tahun.
Remaja ini berhasil menembus daftar orang terkaya versi Forbes Billionaires 2025, mengalahkan nama-nama senior dan berpengaruh.
Identitasnya adalah Clemente Del Vecchio, anak dari keluarga konglomerat asal Italia yang memiliki warisan bisnis bernilai fantastis.
ini Ia secara resmi menjadi miliarder termuda di dunia setelah menerima warisan saham perusahaan kacamata terbesar di dunia, EssilorLuxottica.

Baca Juga : Shell Akan Tarik Bisnis SPBU dari RI, ESDM Jamin Tak Ada Pengaruh
Perusahaan ini dikenal sebagai produsen dari merek-merek terkenal seperti Ray-Ban, Oakley, Persol, hingga distributor lensa dan kacamata optik global
Clemente merupakan anak dari mendiang Leonardo Del Vecchio, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri kacamata dunia.
Leonardo meninggal dunia pada tahun 2022 dan meninggalkan kekayaan puluhan miliar dolar kepada enam anaknya, termasuk Clemente.
Meski baru 19 tahun, Clemente disebut memiliki saham senilai lebih dari US$3,5 miliar, menjadikannya miliarder sah secara hukum.
Forbes mencatat bahwa kekayaannya berasal dari kepemilikan pasif atas saham yang diwariskan, bukan dari usaha yang dia bangun sendiri.
Hal ini memicu diskusi publik mengenai apakah warisan bisa menjadikan seseorang layak disebut “pengusaha” atau “miliarder murni”.
Terlepas dari itu, Clemente menjadi simbol baru dari fenomena kekayaan generasi muda yang tak lepas dari pengaruh keluarga.
Sejumlah media Eropa menyebutnya sebagai sosok yang rendah hati dan tertutup, berbeda dengan miliarder muda yang gemar tampil di media sosial.
ini Ia jarang memberikan wawancara dan lebih memilih untuk fokus pada pendidikan dan manajemen aset keluarga.
Kabarnya, Clemente saat ini masih melanjutkan pendidikan di universitas swasta elit di Swiss yang fokus pada studi bisnis dan ekonomi.
Meskipun kekayaan datang dari warisan, Clemente tetap dilibatkan dalam struktur pengambilan keputusan perusahaan keluarga melalui yayasan investasi.
Yayasan ini mengelola saham keluarga di berbagai sektor, dari properti, perbankan, hingga investasi teknologi.





