Jeritan Sibolga – Pencarian Korban Sibolga terus berlanjut setelah bencana banjir dan longsor melanda wilayah Kota Sibolga pada akhir November lalu. Aparat kepolisian bersama tim gabungan kembali melakukan upaya penggalian tanah di lokasi terdampak untuk menemukan satu orang anak perempuan berusia sekitar 12 tahun yang hingga kini belum ditemukan dan diduga masih tertimbun material longsor.

Polres Sibolga memimpin langsung proses pencarian dengan melibatkan unsur TNI, BPBD, Basarnas, relawan, serta masyarakat setempat. Tim gabungan menyisir area longsoran dengan peralatan manual dan alat berat guna mempercepat proses pencarian. Petugas bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan setiap titik potensial diperiksa secara menyeluruh.
Menurut keterangan pihak kepolisian, Pencarian Korban Sibolga menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Kondisi tanah yang labil serta cuaca yang masih berubah-ubah menghambat proses penggalian. Meski demikian, tim tetap melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel dan warga sekitar.
Baca Juga : Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan Kerja Sama Inalum Dan Ditpamobvit
Kepolisian bersama tim gabungan juga melakukan pengamanan lokasi untuk mencegah warga mendekat ke area rawan. Petugas memasang garis pembatas serta mengatur lalu lintas di sekitar lokasi pencarian. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan dan kelancaran proses evakuasi.
Selain melakukan penggalian, tim gabungan berkoordinasi dengan keluarga korban untuk mengumpulkan informasi tambahan terkait titik terakhir keberadaan korban. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi dalam menentukan strategi pencarian lanjutan. Tim juga melakukan pemetaan ulang area longsor guna memaksimalkan hasil pencarian.
Polres Sibolga menegaskan komitmen untuk terus melanjutkan Pencarian Korban Sibolga hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Aparat mengajak masyarakat untuk mendoakan kelancaran proses pencarian serta mendukung upaya tim di lapangan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga menyiapkan langkah lanjutan penanganan pascabencana guna memulihkan kondisi wilayah terdampak dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.





