Sibolga – Oknum TNI Seorang oknum anggota TNI resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melakukan pemukulan terhadap staf pribadi artis Zaskia Gotik.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah video pertikaian antara pelaku dan korban tersebar luas.
Kejadian bermula pada hari Jumat lalu, ketika staf Zaskia sedang mengurus keperluan logistik untuk sebuah acara di kawasan Jakarta Selatan.
Menurut saksi mata, keributan terjadi di sebuah area parkir mal, setelah pelaku merasa kendaraan staf Zaskia menghalangi jalan.
Oknum TNI tersebut, yang diketahui berpangkat Serda (Sersan Dua), turun dari mobil dinas dan langsung melayangkan pukulan ke arah korban.
Baca Juga : Sosok Miliarder Termuda di Dunia Baru 19 Tahun, Ini Sumber Kekayaannya
Korban, berinisial R (27), mengalami luka di bagian wajah dan memar di lengan akibat aksi kekerasan tersebut.
Setelah kejadian, korban langsung melaporkan insiden itu ke Polres Metro Jakarta Selatan, disertai rekaman CCTV dan bukti visum.
Namun karena pelaku adalah anggota aktif TNI, kasus kemudian dilimpahkan ke Pomdam Jaya (Polisi Militer Kodam Jaya) untuk diproses lebih lanjut.
Komandan Pomdam Jaya, Kolonel CPM Wahyu, membenarkan bahwa pelaku telah diperiksa secara intensif.
“Kami menyesalkan tindakan anggota kami dan akan menindak tegas sesuai hukum militer yang berlaku,” ujarnya.
Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup, termasuk pengakuan saksi dan rekaman video.
Motif pelaku akhirnya terungkap setelah penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh penyidik militer.
Pelaku mengaku tersulut emosi karena merasa dilecehkan secara verbal oleh korban saat adu mulut berlangsung.
Dalam keterangannya, pelaku menyebut korban memaki dirinya dan menyebut pangkat militernya dengan nada merendahkan.
Namun pihak korban membantah tudingan tersebut dan menyebut tidak pernah melakukan provokasi verbal.
Kami hanya minta izin parkir beberapa menit. Tapi dia langsung emosi dan marah-marah sambil bawa senjata,” kata korban.
Meski tidak menodongkan senjata, pelaku diketahui memiliki pistol organik yang disimpan di mobil dinasnya saat kejadian.
Penyidik menyatakan bahwa ancaman ini





