Sibolga – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memberikan pujian tinggi terhadap tentaranya yang membantu Rusia dalam konflik melawan Ukraina.
Berdasarkan laporan oleh kantor berita DPRK, KCNA, Kim menyebut para prajuritnya sebagai “pasukan heroik” dalam sebuah pidato kepada para perwira dan prajurit militer.
Ia menyatakan bahwa pasukan tersebut telah menunjukkan kualitas dan reputasi yang kokoh sebagai “tentara paling kuat di dunia.”
Penilaian ini berkaitan dengan partisipasi mereka dalam pembebasan wilayah Kursk di Rusia yang
Lebih dari 10.000 tentara Korea Utara telah dikerahkan untuk mendukung pasukan Rusia dalam operasi militer di Ukraina.
Dukungan Pyongyang bukan cuma simbolik—Rusia secara terbuka menyampaikan terima kasih atas bantuan militer dari Korut.
Presiden Putin menyebut tindakan Korea Utara menunjukkan solidaritas, keadilan, dan persahabatan sejati.
Kunjungan resmi Ketua Duma Rusia ke Pyongyang membawa surat penghargaan dari Putin kepada Kim Jong Un.
Sementara itu, Kim Jong Un terlihat secara resmi memberikan penghormatan kepada tentara yang gugur dengan menutupi peti jenazah mereka dengan bendera nasional.
Acara itu menunjukkan pengakuan publik atas pengorbanan para prajurit Korut dalam peperangan di luar negeri.
Selain dukungan militer langsung, Pyongyang juga mengirim insinyur militer, pekerja konstruksi, dan personel penjinak ranjau ke wilayah Kursk

Baca Juga : Wali Kota minta 1.018 PPPK berintegritas sebagai abdi negara
Rencana pengiriman tambahan melibatkan ribuan personel yang akan membantu rekonstruksi pascakebakaran konflik.
Perjanjian ini mencakup kerjasama di bidang politik, perdagangan, keamanan, serta menjamin penanggulangan bersama dalam situasi darurat.
Namun, keterlibatan pasukan Korea Utara di medan tempur memicu kekhawatiran global, terutama terkait pelanggaran sanksi serta eskalasi konflik.
Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang menyuarakan keprihatinan terhadap pengiriman pasukan dan dukungan militer Pyongyang kepada Rusia.
Menurut intelijen Korea Selatan, selain 10.000 tentara, Korut mungkin akan meningkatkan jumlah pasukannya secara signifikan.
Selain korban jiwa dan cedera ribuan prajurit, Korempres publik Korut juga menampilkan ekspresi emosi Kim Jong Un terhadap kehormatan para prajurit.





