Sibolga – Jelang Haornas Menjelang peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2025 yang tinggal menghitung hari, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Pramono, menyampaikan harapan besarnya terhadap kemajuan dunia olahraga di ibu kota.
Dalam pernyataan resminya, Pramono menegaskan bahwa Jakarta harus menjadi lumbung prestasi olahraga nasional, bukan sekadar peserta.
“Jakarta memiliki semua yang dibutuhkan untuk jadi pusat prestasi olahraga Indonesia, mulai dari fasilitas, sumber daya manusia, hingga dukungan anggaran,” ujar Pramono dalam jumpa pers di Balai Kota Jakarta.

Baca Juga : Potret Ribuan Pelayat & CEO Ferrari Hadiri Perpisahan Giorgio Armani
Haornas tahun ini akan dipusatkan di Jakarta dan direncanakan dihadiri oleh ribuan atlet, pelatih, serta tokoh olahraga dari seluruh Indonesia.
Peringatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi pencapaian sekaligus merumuskan arah pembinaan olahraga ke depan.
Pramono menyebut, Jakarta sebagai ibu kota negara harus memberi contoh dalam tata kelola olahraga yang baik dan berkelanjutan.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah program pembinaan atlet usia dini yang lebih terintegrasi.
Program tersebut mencakup pembinaan di tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan KONI DKI Jakarta.
Selain itu, Jakarta juga akan memperkuat sentra pelatihan olahraga terpadu di beberapa titik strategis seperti Ragunan, Pulomas, dan Gelora Bung Karno.
“Kita ingin semua cabang olahraga mendapatkan porsi pembinaan yang adil dan terarah. Tidak boleh lagi ada potensi yang terlewat,” tegas Pramono.
Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi pelatih dan tenaga kepelatihan yang mumpuni.
Pemerintah Provinsi DKI, lanjutnya, telah membuka pelatihan-pelatihan bersertifikat bagi pelatih muda di berbagai cabang olahraga.
Dalam menyambut Haornas 2025, Jakarta akan menggelar Pekan Olahraga Pelajar dan Festival Olahraga Rakyat secara serentak di lima wilayah kota.
Kegiatan ini bertujuan menggairahkan semangat olahraga di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Pramono berharap agar momen ini dapat menjadi ajang pencarian bibit-bibit unggul atlet masa depan dari seluruh lapisan masyarakat.
Tak hanya mengejar prestasi, ia juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai budaya hidup sehat masyarakat urban.
“Jangan sampai olahraga hanya identik dengan kompetisi elite. Harus menjadi bagian dari gaya hidup warga Jakarta,” katanya.
Taman-taman kota kini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat aktivitas fisik bagi masyarakat.
Pemerintah juga tengah mendorong perusahaan swasta untuk ikut ambil bagian melalui program CSR bidang olahraga.





