Sibolga – AS Cabut Visa Presiden Dunia internasional dikejutkan oleh keputusan Amerika Serikat mencabut visa Presiden Kolombia, Gustavo Petro, pada pekan lalu.

Baca Juga : Revolusi Sunyi PNM Membawa Perempuan Desa Masuk Peta Ekonomi Global
Pemerintah AS menilai bahwa tindakan Petro bertentangan dengan posisi diplomatik resmi Washington terhadap konflik Israel-Palestina
Ia juga menegaskan bahwa pembelaan terhadap hak-hak Palestina bukan berarti anti-Semitisme
Tindakan Petro mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat Kolombia, khususnya dari kalangan progresif
Namun, sebagian kalangan konservatif menilai bahwa aksi tersebut memperburuk hubungan strategis dengan AS yang telah lama menjadi mitra utama dalam hal bantuan dan keamanan
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa ini adalah titik balik dalam politik luar negeri Kolombia yang selama ini cenderung pro-AS.
Petro memang dikenal sebagai tokoh sayap kiri yang vokal dalam isu-isu global, termasuk perubahan iklim
Sebelum menjadi presiden, ia sudah lama menyuarakan kritik terhadap kebijakan luar negeri AS
Banyak negara di Eropa dan Amerika Latin turut mengalami lonjakan aksi protes serupa, termasuk Inggris
Namun, hanya sedikit pemimpin dunia yang secara langsung ikut turun ke jalan bersama rakyat
Keputusan AS mencabut visa Petro pun memicu perdebatan global tentang batas antara diplomasi
Beberapa analis menilai bahwa AS sedang mengirim sinyal kuat untuk membatasi ruang gerak negara-negara
Organisasi-organisasi HAM internasional seperti Human Rights Watch dan Amnesty International turut mengomentari peristiwa ini.
Mereka menyayangkan tindakan Washington yang dianggap “membungkam ekspresi solidaritas kemanusiaan dari seorang kepala negara
Sementara itu, sejumlah negara Amerika Latin seperti Bolivia, Venezuela, dan Honduras menyatakan dukungan terhadap posisi Petro.
Bahkan di PBB, beberapa perwakilan negara mengangkat isu ini dalam sidang, menyuarakan keprihatinan atas eskalasi tekanan diplomatik terhadap Kolombia.
Pemerintah AS sendiri belum mengindikasikan apakah pencabutan visa ini bersifat sementara atau permanen.
Namun, dampak politiknya sudah terasa: kerja sama bilateral antara Kolombia dan AS kini berada dalam posisi yang rapuh dan penuh ketidakpastian.





![arsitektur-kontemporer-adalah[1]](http://halepsamikecisi.com/wp-content/uploads/2025/10/arsitektur-kontemporer-adalah1-148x111.jpg)