Sibolga – Antam Keluhkan Kesulitan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), salah satu perusahaan pertambangan milik negara, mengeluhkan adanya kesulitan dalam menjual produk feronikel dan bauksit di pasar global.
Permasalahan ini mencuat dalam rapat kerja antara manajemen Antam dan sejumlah pihak terkait sektor industri tambang nasional.
Menurut jajaran direksi, Antam menghadapi berbagai tantangan yang membuat penjualan dua komoditas andalan itu menjadi tidak optimal.
Salah satu faktor utama yang disebut adalah melemahnya permintaan global, terutama dari negara-negara besar seperti China dan India.
Permintaan terhadap feronikel, yang biasa digunakan sebagai bahan baku stainless steel, mengalami penurunan signifikan dalam beberapa kuartal terakhir.
Hal ini terjadi seiring dengan melambatnya industri konstruksi dan manufaktur global pasca pandemi serta ketidakpastian geopolitik
Untuk komoditas bauksit, Antam menghadapi kendala lain yaitu adanya larangan ekspor mineral mentah dari pemerintah Indonesia.
Kebijakan hilirisasi tambang yang mewajibkan pengolahan di dalam negeri membuat perusahaan harus mencari pasar domestik, yang ternyata belum siap sepenuhnya menyerap produksi.
Direktur Utama Antam menyatakan bahwa stok menumpuk di gudang dan tidak bisa segera dikonversi menjadi arus kas yang sehat.

Baca Juga : Shell Akan Tarik Bisnis SPBU dari RI, ESDM Jamin Tak Ada Pengaruh
Kondisi ini berpengaruh langsung pada performa keuangan Antam di semester pertama 2025.
Dalam laporan keuangan terakhir, pendapatan dari sektor feronikel turun lebih dari 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini terjadi di tengah harga nikel global yang juga sedang menurun, membuat margin keuntungan semakin tipis.
Manajemen Antam mengaku sedang menjajaki peluang pasar baru di luar Asia, termasuk Eropa dan Timur Tengah.
Namun, proses penetrasi pasar ini memerlukan waktu, biaya promosi, serta sertifikasi produk yang sesuai standar internasional.
Untuk bauksit, kendala lebih kompleks karena masih minimnya kapasitas smelter dalam negeri.
Pemerintah memang mendorong pembangunan smelter, tetapi belum semua proyek siap beroperasi atau menyerap bauksit dalam jumlah besar.
Akibatnya, bauksit mentah Antam





![arsitektur-kontemporer-adalah[1]](http://halepsamikecisi.com/wp-content/uploads/2025/10/arsitektur-kontemporer-adalah1-148x111.jpg)